"Zola, kemarin aku liat kamu masih di bentak bentak sama ayah kamu." Bisik sarah di telingaku. Ia berbisik sangat pelan, tetapi terdengar jelas di telingaku. Kepala ku tanpa ragu mengangguk, memilih tersenyum lalu menjawab nya.
Terkejut? tentu tidak!
Lagi pula, untuk apa aku terkejut, kalau suatu hal seperti ini bukan yang baru untuk ku. Entah berapa banyak orang terdekat ku yang tau kalau ayah ku sangat kejam, bahkan dari mereka ada yang kesal karena aku tidak berani untuk balas perbuatan ayah. Tapi buat apa? itu semua akan sia-sia, ayah punya tenaga lebih dari aku.
Sudah berapa lama aku begini? satu tahun? dua tahun? tiga tahun? atau tujuh tahun?
Aku selalu ada niat untuk membalas atas semua perilaku ayah, tapi ntah kenapa setiap aku di pukuli ayah, aku menjadi takut. Seakan akan aku di keliling oleh ketakutan yang benar benar besar.
Sebenarnya, ayah seperti ini karena waktu aku berumur 10 tahun, ibu menyelamatkan aku. Aku hampir tertabrak mobil yang melaju sangat kencang. Ayah pikir, aku sengaja melakukan itu, padahal anak sekecil itu tidak mungkin melakukan hal segila itu kan? Ayah selalu bilang aku pembunuh, karena ibu menyelamatkan aku. Aku anak tunggal, aku dari kecil ingin sekali membahagiakan orang tua ku. Tapi semenjak ibu tiada dan ayah menjadi jahat seperti ini, aku berfikir untuk apa aku membahagiakan ayah? dan untuk apa aku hidup di dunia ini?

Aku sangat beruntung bisa punya teman seperti Zahra, Jasmine dan Xaviera. Karena mereka, hidup ku tidak terlalu sepi. Aku sebenarnya ingin sekali membahagiakan ayah, tapi niat ku selalu turun karena perilaku ayah ke aku, aku berfikir ayah sudah tidak sayang lagi ke aku dan sudah tidak menganggap aku sebagai anak nya. Ayah hanya mengharapkan nilai ku, kalau saja nilai ku jelek ayah pasti akan memukuli ku dan bilang aku "anak tidak berguna" dan selalu saja di hina. Ya pasti rasanya sedih sekali di bilang seperti itu sama ayah sendiri, tapi mungkin ini salah ku. Aku selalu minta maaf ke ayah atas kejadian 5 tahun lalu, tapi ayah tidak peduli.
Ayah selalu berfikir aku bisa melakukan semua nya, tapi aku hanya anak satu-satunya yang belum tentu tau semua nya dan perlu didikan orang tua.

Beberapa tahun ini, ayah masih sering menuntut nilai ku dan aku mulai sakit sakit an. Aku tidak selama nya kuat di perlakukan seperti ini oleh ayah, aku yang selalu di pukuli dengan ayah, memohon supaya berhenti tapi ayah seakan-akan tidak mendengarkan omongan ku. Semenjak aku sakit, aku tidak pernah sekolah lagi, untuk berdiri saja itu tidak kuat, ayah sudah jarang memukul ku, tapi rasa sakit nya masih membekas sampai sekarang. Mungkin karena ayah melihat aku terus sakit-sakitan?
Sempat tidak bicara sama ayah beberapa minggu, tapi ayah memutuskan untuk mengajak ku bicara. Ayah minta maaf atas semua perilaku nya kepadaku, ayah menyesal dan ayah menyadari semua itu takdir, ayah mungkin bisa kecewa sama aku, tapi walaupun ayah memukuli ku dan terus terusan memarahi ku, itu tidak akan mengembalikan semuanya ke awal. Itu semua sia-sia, aku memaafkan ayah, walaupun sakit nya masih membekas. Mau bagaimana pun, itu ayah aku.

Santunan Yatim dan Kegiatan Akhir Ramadhan di SMP Negeri 153 Jakarta

Pada hari Kamis, 20 Maret 2025, bertepatan dengan hari terakhir sekolah di bulan Ramadhan, SMP Negeri 153 Jakarta mengadakan kegiatan yang penuh makna dan kebersamaan. Kegiatan ini adalah bagian dari .....

Selengkapnya
Semuanya

Pesantren Ramadhan

Hello sobat saliti, memasuki bulan yang istimewa bagi umat muslim seluruh dunia. Yaitu bulan ramadhan, dimana umat Islam diwajibkan baginya untuk berpuasa. Dan berlomba lomba mengerjakan kebajikan. Selengkapnya

Semuanya

Fadel Sang Danton Saliti

Fadel merupakan satu diantara siswa Saliti yang mengikuti ekstrakurikuler Paskibra, dia menjadi Danton. Dia pernah mengikuti beberapa lomba, satu diantara nya adalah LKBB Piala Gubernur yang diadakan .....

Selengkapnya
Semuanya

Shanum Sang Pramuka Garuda

Shanum merupakan satu diantara siswi kelas 8 SMP Negeri 153 Jakarta yang mengikuti ekstrakurikuler Pramuka, lolos menjadi Pramuka garuda yang diikuti oleh Aditra Juhanda, Hariz Kaliki, Nabilah Saskiah.....

Selengkapnya

Semuanya